Home Blog Apakah Press Release Termasuk Copywriting? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Apakah Press Release Termasuk Copywriting? Ini Penjelasan Lengkapnya!

0
16
perbedaan press release dan copywriting

Menjawab pertanyaan apakah press release termasuk copywriting, kita harus membedah dulu apa tujuan utama dari kedua teknik penulisan ini. Buat teman-teman yang berkecimpung di dunia digital marketing, SEO, atau mengelola website seperti yang rutin saya bahas di haloandik.com, memahami perbedaan keduanya sangat penting agar tidak salah merumuskan strategi promosi. Walaupun sama-sama merangkai kata untuk kepentingan bisnis, press release (siaran pers) dan copywriting punya “ruh” dan fungsi yang sama sekali berbeda.

Perbedaan Mendasar Tujuan Penulisan

Biar lebih mudah dipahami, mari kita bedah dari sisi tujuannya. Copywriting adalah seni menulis pesan yang bertujuan membujuk pembaca untuk melakukan suatu tindakan nyata (call to action) secara langsung. Tindakan ini bisa berupa membeli produk, mengeklik tautan, mengisi formulir pendaftaran, atau menghadiri suatu acara. Ujung tombak dari copywriting adalah konversi dan sales.

Di sisi lain, press release berada di dalam ranah Public Relations (PR). Tujuan utamanya adalah menyampaikan informasi yang faktual kepada media massa dan publik untuk membangun reputasi, kredibilitas, atau memberitakan capaian terbaru dari suatu brand. Fokus utama rilis adalah pada news value (nilai berita), bukan berjualan secara terang-terangan (sangat menghindari hard selling).

Contoh Simpel Perbedaannya di Lapangan

Supaya teman-teman makin kebayang, saya beri contoh kasus yang sangat relevan.

Katakanlah kita sedang membuat kampanye promosi untuk acara open house akhir pekan ini. Kalau teman-teman menyusun teks untuk iklan Meta Ads atau caption di Instagram dengan tagline kreatif seperti “Slice of Pizza, Slice of Your Future: Yuk Datang dan Pilih Unit Idamanmu Sekarang!” lengkap dengan detail diskon booking promo, maka itu adalah murni copywriting. Teks itu mendesak audiens untuk segera datang dan membeli.

Namun, kalau teman-teman menyusun sebuah artikel sepanjang 400 kata yang menceritakan bahwa “Developer A Sukses Menggelar Open House Bertema Pizza untuk Mendekatkan Diri dengan Kaum Milenial”, lalu tulisan tersebut didistribusikan ke wartawan untuk tayang di portal berita nasional, itulah yang disebut press release. Bahasanya dikemas lebih informatif, objektif, menjaga jarak dengan pembaca, dan menceritakan nilai positif event tersebut.

Irisan Keduanya di Era Digital

Jadi, apakah keduanya benar-benar terpisah dan tidak berkaitan? Tidak juga. Di era digital saat ini, batas antara PR dan promosi mulai menipis. Sebuah press release yang efektif justru membutuhkan sentuhan elemen copywriting.

Beberapa aplikasinya antara lain:

1. Meracik Judul (Headline)

Judul rilis wajib memikat (catchy) supaya jurnalis tertarik membuka email kita, atau supaya audiens mau mengeklik judul artikel tersebut saat muncul di hasil pencarian Google (SERP).

2. Paragraf Pembuka (Lead)

Membutuhkan hook yang kuat agar pembaca tidak bosan dan mau membaca informasi perusahaan sampai habis.

3. Optimasi Call to Action Halus

Walau tidak boleh hard selling, rilis yang bagus biasanya tetap menyelipkan tautan (link) ke website perusahaan dengan kalimat ajakan yang sangat natural di bagian akhir.

Kesimpulan

Jadi, apakah siaran pers itu termasuk copywriting? Jawabannya adalah bukan hal yang sama, namun saling melengkapi. Press release adalah media atau format komunikasinya, sedangkan copywriting adalah teknik penulisan yang bisa dipinjam dan diselipkan ke dalamnya. Dengan menggabungkan keduanya, siaran pers yang teman-teman buat tidak akan kaku, lebih enak dibaca, dan tetap mendatangkan dampak branding maupun SEO yang positif tanpa terlihat seperti brosur jualan.

Jika butuh jasa press release di media nasional bisa hubungi whatsapp 081216887587.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here